"GUBUK KECIL YANG USANG"
Kulihat dari kejauhan ditempat antah-berantah kuberpijak laksana tonggak. Pondasimu tak lagi kuat, tiangmu pun rapuh dan usang layaknya lingkungan sekitar yang tak lagi bertuan.
Udara pagi sudah tak tercium lagi, kicauan burung sirna entah kemana, tanaman subur yang tumbuh sepanjang mata memandang telah hilang layaknya kehidupan orang tua yang semakin menua.
Ya begitulah, kehidupan gubuk kecil ini. Gubuk yang dulu berdiri kokoh, tiangnya pun keras bak laksana pohon jati yang kokoh. Sekarang yang tersisa hanyalah sekedar cerita.
Kemana negara kita yang dulu banyak orang gaung-gaungkan? Kenapa mereka datang dengan sesuka hati kemudian mengeksploitasi tanpa memandang sekitaran?
Susah payahnya pahlawan patriotmu mencurahkan segala tenaga, pikiran, bahkan sampai mengorbankan waktu saja, bersama keluarga pun tak sampai.
Dengan seenaknya kau obral tanah kita, tanah leluhur-mu yang sepatutnya kau jaga. Kau pikir tanah ini hanya sekedar diberi layaknya tetangga sebelah? Kalau kau berfikir demikian tolong pola pemikirannya dirubah.
Karena sungguh tanah ini, gubuk kecil ini, didapatkan dengan tumpah darah serta jerih payah yang tak terhitung lagi jumlahnya.
Sadar!sadar!sadar! Wahai penguasa
Sekarang rakyatmu sedang menderita.
Komentar
Posting Komentar